Segala Tentang Morfologi Tumbuhan (Biologi)

Morfologi tumbuhan

Morfologi tumbuhan adalah pengetahuan yang pelajari bentuk fisik serta susunan badan dari tumbuhan, morfologi datang dari bhs Latin morphus yang bermakna bentuk atau bentuk, serta logos yang bermakna pengetahuan. Morfologi tumbuhan tidak sama dengan anatomi tumbuhan yang dengan cara spesial pelajari susunan internal tumbuhan pada tingkat mikroskopis. Morfologi tumbuhan bermanfaat untuk mengidentifikasi tumbuhan dengan cara visual, begitu keragaman tumbuhan yang begitu besar bisa dikenali serta diklasifikasikan dan dinamakan yang pas untuk tiap-tiap grup yang terbentuk, pengetahuan yang pelajari klasifikasi dan pemberian nama tumbuhan yaitu taksonomi tumbuhan.

Histori serta perkembangan

Johann Wolfgang von Goethe, seseorang ilmuwan yang punya pengaruh dalam pengetahuan morfologi tumbuhan. Satu diantara rencana yang dipublikasikannya yaitu Urpflanze.

Morfologi tumbuhan dikenalkan pertama kalinya oleh ilmuwan berkebangsaan Jerman yakni Johann Wolfgang von Goethe pada th. 1790. Histori perubahan morfologi tumbuhan berpusat di Jerman, terkecuali Goethe tokoh lain yang paling punya pengaruh diantaranya yakni : Wilhelm Hofmeister, Karl von Goebel, Walter Zimmermann, serta Wilhelm Troll.

Cara yang dipakai oleh Goethe yaitu morfologi komparatif atau tipologi yang berpandangan kalau walau organ pada tumbuhan berbunga tunjukkan keragaman, ada satu bentuk rancangan basic yang dimaksud Bauplan yang memicu keragaman bentuk badan tumbuhan itu. Studi morfologi di Jerman melibatkan ketidaksamaan pandangan serta perbincangan oleh semasing ilmuwan. Goethe yang cuma dapat terima rencana type tumbuhan sedang Zimmermann yang cuma terima grup dengan cara alami terbentuk lewat evolusi dan datang dari nenek moyang yang sama.

Ketika yang sama, Agnes Arber pada th. 1950 mempublikasikan grup alami tumbuhan, yang pergi dari pandangan kalau perubahan tumbuhan bakal berlangsung terus-menerus. Mulai sejak pertama kalinya dikenalkan oleh Goethe hingga lewat histori perbincangan antar ilmuwan, rencana morfologi tumbuhan sudah berkembang serta di terima pada umumnya kalau tumbuhan adalah organisme yang berkembang melibatkan segi basic botani yakni : morfologi, dimensi, manfaat, serta anatomi ; Manfaatnya juga berkembang sesuai dengan evolusi organisme moyangnya.

Urpflanze

Deskripsi rencana Urpflanze (tumbuhan moyang) dari J. W. von Goethe. Bikin cukil kayu karya P. J. F. Turpin.

Urpflanze adalah rencana tumbuhan moyang yang melukiskan asal-muasal keberagaman bentuk tumbuhan. Rencana urpflanze dikenalkan oleh Goethe lewat publikasinya berjudul Metamorfosis tumbuhan (bhs Inggris : The Metamorphosis of Plants) pada th. 1978, inspirasi Goethe tentang rencana urpflanze bermula dari satu pertanyaan “bagaimana saya bisa tahu bila satu bentuk adalah satu tumbuhan bila itu semuanya tak terwujud serta datang dari satu ‘bentuk dasar’ yang sama? ”. Pada th. 1786 hingga 1788 Goethe lakukan perjalanan ke Italia, ketika itu pengetahuan mengenai tumbuhan serta botani belum demikian jadi perhatian, bahkan juga diabaikan.

Perjalanannya ke Italia dikerjakan dengan cara bertahap, sambil meningkatkan serta memodifikasi rencana urpflanze yang terdaftar pada buku catatannya. Berbarengan dengan perjalanannya ke Italia Goethe meningkatkan serta memodifikasi rencana urpflanze dengan cara bertahap. Dalam buku catatan perjalanannya, Goethe sendiri memiliki pendapat kalau tanaman moyang dalam rencana urpflanze bakal jadi mahluk paling aneh didunia, tetapi dengan jenis tumbuhan moyang ini bakal mungkin saja untuk terus-menerus terwujud beragam type tumbuhan yang eksistensinya bisa di terima dengan cara logis ; berarti, bila tumbuhan moyang itu tak benar benar ada, keberadaanya tetaplah logis, lantaran mereka bukanlah sebatas imajinasi yang percuma, tetapi adalah satu sistem pencarian kebenaran serta keperluan batin.

Sebagian teori botani moderen mulai menyepakati rencana pemikiran awal Goethe seperti pada penemuan dalam studi genetika pada tumbuhan berbunga yang tunjukkan, kalau ada gen tunggal yang menyebabkan timbulnya bunga. Penemuan ini sudah mengkonfirmasi teori yang diserahkan Goethe, kalau organ-organ yang tidak sama dalam bunga, seperti kelopak serta benang sari, serta semuanya macam yang terbentuk ada pada satu topik ” Bauplan “.

Biologi molekular

Bersamaan dengan mengembangnya biologi molekular, data morfologi juga turut diikutkan untuk pelajari jalinan pada grup moyang tumbuhan sebagai asal usulnya dalam studi filogeni. Satu diantara bentuk pemakaian data morfologi dalam studi filogeni yaitu dengan mengkombinasikannya dengan data susunan molekul atau sekuens. Studi morfologi tumbuhan, genetika, serta biogeografi bisa jadi langkah untuk menelusuri populasi tumbuhan moyang serta untuk populasi yang kerap terseleksi. Penelusuran populasi itu berperan untuk melestarikan ciri-ciriistik morfologi tumbuhan.

Ruangan lingkup

Pengertian dari morfologi tumbuhan yaitu “studi mengenai perubahan bentuk, serta susunan tumbuhan, yang berimplikasi usaha untuk menginterpretasi berdasar pada persamaan asal serta maksud”. Konsentrasi dari morfologi tumbuhan yaitu bentuk serta susunan luar badan tumbuhan pada tumbuhan yang sudah terdiferensiasi yang termasuk juga dalam grup kormus (Cormophyta). Sedang kelompok lain : Cyanobacteria, Thallophyta, serta Bryophyta yang masuk dalam bahasan anatomi tumbuhan lantaran badannya belum terdiferansiasikan.

Hingga cuma dua kelompok tumbuhan sebagai bahasan morfologi tumbuhan yakni : Pteridophyta (tumbuhan paku), serta Spermatophyta (tumbuhan biji). Studi mengenai morfologi tumbuhan mesti lihat dari tiga segi paling utama yang merepresentasikan makna serta kenyataan dari studi morfologi, yakni : gambaran dengan cara lisan dari satu bentuk, klasifikasi bentuk, genesis bentuk atau morfogenesis.

Systematika tumbuhan serta morfologi tumbuhan sama-sama bersinggungan, walau demikian keduanya adalah disiplin pengetahuan yang tidak sama dengan konsentrasi serta maksud yang tidak sama juga. Systematika lebih mengutamakan homologi atau persamaan dari dua spesies dengan asal nenek moyang yang sama, sedang morfologi mengutamakan pada analogi atau konvergensi. Praktek dua disiplin pengetahuan ini bekerja dengan cara berlawanan, systematika memakai ciri-ciriistik morfologi untuk mengelompokan keragaman dalam subunit taksonomi-nya, sedang morfologi tumbuhan memakai keragaman itu untuk menyimpulkan beberapa basic bentuk tanpa ada memerhatikan jalinan systematikanya.

Deskripsi

Keragaman bentuk tumbuhan begitu bermacam bahkan juga tidak terbatas, hingga akan tidak pernah mungkin saja untuk membeberikan arti untuk semuanya bentuk yang ada. Sebagian kelompok yang kerap nampak digolongkan serta dinamakan, misalnya Angiospermae : jumlah bentuk daunnya tak terhitung serta bahkan juga dalam satu tumbuhan tiap-tiap daun bisa tidak sama dengan cara ukuran serta bentuk, walau sesuai sama bentuk umum seperti lonjong, linear, lanset, serta yang lain. Umpamanya bentuk lonjong tunjukkan bentuk yang lebih panjang dibanding dengan luasnya, tak ada batasan yang pasti antar dimensi hingga hal semacam ini yang menyebabkan jumlah macam bentuk yg tidak terbatas. Gambaran tehnis dari bentuk botani adalah panduan yang paling mungkin saja dipakai saat diketemukan bentuk yg tidak seseorang juga pernah lihat dengan cara segera bentuk itu, hingga ilustrasi visualnya bisa tergambarkankan.

Klasifikasi

Semua bagian klasifikasi botani didasarkan pada macam berbentuk keseluruhnya organ serta sisi yang tidak sama pada badan tumbuhan. Bentuk dari satu tumbuhan adalah paduan dari tiap-tiap sisi sebagai kesatuan, tetapi bukanlah untuk menyebutkan bebrapa sisi yang begitu detil. Semua bentuk individu serta semuanya individu yang mempunyai tingkat kemiripan spesifik, beberapa besar ditetapkan dengan cara subjektif serta dilambangkan dengan tata nama binomial yang memanglah adalah arti untuk bentuk yang paling kompleks. Arti yang dipakai untuk takson yang lebih tinggi semakin lebih komprehensif hingga kurang konkret dengan cara bentuk visual.

Morfogenesis

Morfogenesis adalah segi studi yang pelajari bagaimana satu organ atau sisi bisa terbentuk. Kajian segi morfogeneis dalam pengetahuan morfologi tumbuhan melibatkan studi pemahaman inisiasi serta pergantian dari satu organ serta sisi (termasuk juga yang tengah alami perkembangan), dan mekanisme yang menyebabkan pergantian bahkan juga yang berlangsung dengan cara khusus. Sistem inisiasi serta konstruksi dari beragam bentuk berlangsung s/d tingkat sel.

Tata nama

Artikel paling utama untuk sisi ini yaitu : Tata nama biologi

Tiap-tiap daerah mempunyai nama lokal untuk semasing tumbuhan atau bentuk organ yang di kenal oleh orang pemula, hingga satu tumbuhan atau organ tumbuhan bisa mempunyai beragam jenis nama. Komunikasi antar ilmuwan botani mesti memakai arti yang bisa dipahami oleh kebanyakan orang serta berbentuk universal, arti serta nama ilmiah yang menyangkut takson-takson tumbuhan ditata dalam Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (bhs Inggris : International Code of Botanical Nomenclature) yang disebut perjanjian bebrapa pakar pengetahuan tumbuhan semua dunia yang diputuskan pada kongres internasional.

Kode Internasional Tatanama Tumbuhan diisi mengenai ketetapan yang terkait dengan morfologi serta terminologi. Pemakaian nama ilmiah adalah perjanjian ilmuwan semua dunia, penentuan nama ilmiah mempunyai tujuan untuk hindari munculnya arti yang tidak sama dan bisa dipahami oleh kebanyakan orang di manapun ada, karenanya dalam pengetahuan morfologi tumbuhan pada penulisan nama lokal tetaplah memasukkan padanan nama ilmiahnya.

Pemberian nama disuatu takson atau spesies baru yang belum pernah di kenal terlebih dulu mesti lewat publikasi yang sahih berbentuk barang cetakan yang didistribusikan pada umum, dalam pemberian nama takson mesti ikuti pemberian nama yang sesuai sama ketetapan dan memasukkan gambaran komplit atau diagnosis yang ditulis dalam bhs Latin.

Manfaat dari morfologi tumbuhan yaitu untuk melukiskan bagaimana bentuk atau bentuk tumbuhan dengan gambaran. Gambaran dari bentuk tumbuhan begitu utama lantaran bila sekedar hanya nama akan tidak melukiskan dengan terang bagaimana bentuk tumbuhan itu. Pendeskripsian tentang bentuk serta satu bentuk badan tumbuhan memakai arti atau terminologi berbentuk kalimat spesifik untuk mengungkap arti yang spesifik juga.

Bagian-bagian tumbuhan

Diagram bebrapa sisi tumbuhan

morfologi-tumbuhan-2

Sisi tumbuhan yang dengan cara riil bisa tunjukkan ketidaksamaan (diferensiasi) diberi nama kormus yang disebut sisi pokok tumbuhan, terbagi dalam tiga sisi yakni :

  • Akar (radix).
  • Batang (caulis).
  • Daun (folium).

Organ-organ lain bisa dikelompokkan sebagai organ sekunder lantaran terbentuk dari modifikasi sisi pokok atau gabungan bebrapa sisi pokok yakni :

  • Kuncup (gemma), modifikasi dari batang serta daun.
  • Bunga (flos), modifikasi dari batang serta daun.
  • Duri (spina), modifikasi dari dahan ataupun daun.
  • Alat-alat pembelit (cirrhus), bisa berbentuk modifikasi daun ataupun dahan.
  • Umbi (tuber), modifikasi dari batang.
  • Rimpang (rhizome), modifikasi dari batang beserta daun-daunnya.
  • Umbi lapis (bulbus), modifikasi dari batang serta daun.

Diluar itu pada organ tumbuhan spesifik bisa diketemukan alat-alat lain yang umumnya lebih kecil atau lebih halus yang diberi nama alat penambahan atau alat pelengkap (organa accessoria), umpamanya :

  • Rambut atau bulu (pilus).
  • Sisik (lepis).
  • Lentisel (lenticulus).
  • Alat hara

Semasing organ tumbuhan mempunyai manfaat untuk mendukung kehidupan tumbuhan, organ yang terkait dengan pencarian dan penyerapan makanan untuk tumbuhan dimaksud alat hara (organum nutritivum) yang terbagi dalam daun, batang, serta akar.

~ Jual Nutrisi Hidroponik (Sponsored)

Morfologi daun

Bentuk daun ;

a. pedang/belati

b. jarum

c. linear

d. lanset

e. lanset oval

f. bulat telur

g. telur pipih

h. oval meruncing

i. sudip

j. bulat telur

k. lingkaran

l. ginjal

m. jantung terbalik

n. jantung

o. iris ketupat

p. sharing menyirip

r. tombak

s. anak panah

t. segitiga

Daun adalah alat hara yang cuma terdapat pada batang serta tak pernah ada di bagian lain, sisi batang tempat duduk atau menempelnya daun diberi nama buku-buku (nodus) batang, sedang tempat diatas daun yang berbentuk pojok pada batang serta daun diberi nama ketiak daun (axilla). Pada beberapa besar Angiospermae bebrapa sisi daun bisa dibedakan diantaranya ; basic daun, tangkai daun, serta helai daun.

Daun dibagi terdiri jadi daun tunggal serta daun majemuk, pada daun majemuk ada beberapa anak daun yang menempel pada tangkai daun atau perpanjangannya pada sumbu (rachis) yang sama. Anak daun yang nampak pada segi lateral dari sumbu dimaksud daun majemuk bersirip, sedang bila semuanya anak daun nampak pada ujung sumbu yang sangat pendek hingga bisa disebutkan menempel pada ujung tangkai daun berbarengan jadi daun seperti itu dimaksud daun majemuk menjari. Diluar itu ada lagi daun majemuk bangun kaki serta daun majemuk kombinasi, pembagian daun majemuk seperti berikut :

  • Daun majemuk menyirip (Pinnatus)
  • Daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus)
  • Daun majemuk menyirip genap (abruptepinnatus)
  • Daun majemuk menyirip ganjil (imparipinnatus)

Diluar itu dapatlah penggolongan daun majemuk menyirip berdasar pada kedudukan anak daun pada ibu tangkainya :

  • Menyirip berpasangan.
  • Menyirip berseling.
  • Menyirip berselang-seling.

Pada daun menyirip ganda bisa dibedakan menurut tingkat kedudukan pada ibu tangkainya, diantaranya :

  • Majemuk menyirip ganda dua (bipinnatus), bila anak daun ada pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai.
  • Majemuk menyirip ganda tiga (tripinnatus), bila anak daun ada pada cabang tingkat dua dari ibu tangkai.

Pada posisi anak daun pada tingkat selanjutnya diberi nama menyirip ganda empat, tetapi biasanya tidak sering diketemukan daun yang menyirip ganda kian lebih tiga.

  • Daun majemuk menjari (Palmatus atau Digitatus)
  • Daun majemuk menjari beranak dua (bifoliolatus), pada ujung ibu tangkai ada dua anak daun misalnya pada daun Cynometra cauliflora L.
  • Daun majemuk menjari beranak daun tiga (trifoliolatus), pada ujung ibu tangkai ada tiga anak daun misalnya pada daun beberapa atau karet (Hevea brasiliensis)
  • Daun majemuk menjari beranak daun lima (quinquefoliolatus), pada ujung ibu tangkai ada tiga anak daun misalnya pada daun Gynandropsis pentaphylla
  • Daun majemuk menjari beranak daun tujuh (septemfoliolatus), pada ujung ibu tangkai ada tujuh anak daun misalnya pada daun randu (Ceiba pentandra).
  • Daun majemuk bangun kaki (Pedatus), daun ini mempunyai susunan serupa daun majemuk menjari, namun dua anak daun paling tepi tak duduk pada ibu tangkai tetapi pada tangkai anak daun yang di sebelahnya.
  • Daun majemuk kombinasi (Digitatopinnatus), berbentuk daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti pada jadi serta ada anak-anak daun yang menyirip, secara singkat daun majemuk kombinasi adalah kombinasi susunan yang menjari serta menyirip.

Morfologi batang serta akar

Batang serta akar adalah sisi yang bisa dimisalkan sebagai sumbu tumbuhan. Batang bakal membuat judul melingkupi percabangan yang selesai hingga daun, sedang akar bakal membuat perakaran berupa cabang-cabang akar yang selesai hingga ujung akar.

Manfaat dari batang diantaranya : mensupport sisi tumbuhan yang ada di atas tanah, memperluas bagian penyerapan cahaya matahari sekalian memposisikan bebrapa sisi tumbuhan supaya ada pada posisi yang paling untungkan, jalan pengangkutan air serta zat makanan, serta jadi tempat penumpukan cadangan makanan. Sisi ujung sumbu batang adalah titik tumbuhnya yang dikelilingi oleh daun muda. Bentuk batang pada tumbuhan biji iris (Dicotyledoneae) sisi bawah biasanya semakin besar serta makin mengecil di bagian ujung, sedang pada tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) mempunyai batang yang dari pangkal hingga ujung besarnya tak demikian tidak sama, cuma sebagian kelompok saja yang sisi pangkalnya jadi membesar seperti pada berbagai suku pinang-pinangan.

Akar adalah sisi bawah dari sumbu tumbuhan yang umumnya berkembang dibawah permukaan tanah, tetapi ada pula akar yang tumbuh diatas tanah. Bagian-bagian akar bisa dibedakan jadi ; pangkal akar (collum), sisi akar yang berdekatan dengan pangkal batang ; ujung akar (apex radicis), sisi akar yang paling muda terdiri atas jaringan yang masihlah aktif alami perkembangan ; batang akar (corpus radicis), sisi yang ada diantara pangkal serta ujung akar ; cabang akar (radix lateralis), sisi yang keluar dari akar pokok serta masihlah bisa membuat percabangan lagi ; serabut akar (fibrilla radicalis) cabang-cabang akar yang halus serta berupa serabut ; rambut akar (pillus radicalis) sisi yang sesungguhnya berbentuk benjolan beberapa sel kulit luar jaringan memiliki bentuk mirip rambut ; tudung akar (calyptra) ada di bagian ujung akar yang berperan membuat perlindungan ujung akar yang masihlah muda.

~ Jual nutrisi hidroponik ~

Alat perkembangbiakan

Sisi badan tumbuhan yang bisa tumbuh kembali jadi individu baru diberi nama alat perkembangbiakan (organum reproductivum, diaspora, propagulum, disseminulum). Alat perkembangbiakan bisa dibedakan dalam dua kelompok, yakni :

  • Alat perkembangbiakan vegetatif, yakni sisi badan tumbuhan yang bisa jadi individu baru tanpa ada didahului oleh momen perkawinan (peleburan sel kelamin jantan serta betina). Alat perkembangbiakan vegetatif masihlah bisa dibedakan lagi dalam :
  • Alat perkembangbiakan vegetatif alami, yang berlangsung menurut karakter bawaan tumbuhan tersebut, umpamanya ; umbi batang pada tanaman kentang, umbi lapis pada beragam type tumbuhan suku : Liliaceae serta Amaryllidaceae, rimpang pada tumbuhan (Canna edulis Kerr.), geragih pada tumbuhan arbe (Fragraria vesca L.), serta anakan pada pisang.
  • Alat perkembangbiakan vegetatif buatan, yang berlangsung lantaran perbuatan berniat oleh manusia, umpamanya : stek, yakni sisi alat hara yang dipisahkan dari induk (dipotong) serta lalu bisa tumbuh kembali jadi tumbuhan baru.
  • Alat perkembangbiakan generatif, yakni sisi badan tumbuhan yang terbentuk dengan didahului oleh momen perkawinan. Pada tumbuhan berbiji alat perkembangbiakan generatif yaitu bijinya, biji ada dalam buah, serta buah datang dari bunga.
  • Bunga (flos), disuatu tumbuhan adakalanya cuma ada satu bunga saja, misanya pada (Zephyranthes rosea) tetapi biasanya disuatu tumbuhan bisa diketemukan banyak bunga. Tumbuhan yang cuma membuahkan satu bunga saja diberi nama tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), sedang tumbuhan yang membuahkan bunga kian lebih satu dimaksud tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora).
  • Buah (fructus).
  • Biji (semen).

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/morfologi_tumbuhan

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>