Kisah Sukses Bisa Menjadi Obat Inspirasi Instan

Kisah Sukses Kisah Sukses Sebagai Pengecas Inspirasi

Kisah sukses – Sebuah ajakan yang disertai cerita atau kisah mempunyai dampak yang lebih powerful dibanding ajakan yang tanpa terdapat kisah (contoh). Perhatikan contoh di bawah ini.

Ayo kita mulai berbisnis, karena bisnis memiliki banyak kelebihan. Mulai dari potensi pendapatan yang bisa terus naik bahkan sampai waktu luang yang lebih banyak. Karena itu mari kita mulai membangun bisnis sedini mungkin.

Vs.

Budi seorang pegawai sebuah perusahaan swasta. Ia kerja dari pagi sampai sore, sedikit sekali waktu untuk keluarganya. Bahkan hasil dari pekerjaannya yang keras begitu saja masih belum mencukupi. Tapi itu satu tahun yang lalu. Sekarang bisnis ternak lelenya telah memberikan dia profit dua kali lipat lebih banyak daripada gajinya dulu. Selain itu dia memiliki lebih banyak waktu luang dengan keluarganya.

Melihat fenomena-fenomena ini sering terjadi di masyarakat bahkan digunakan sebagai strategi persuasi, alhasil beberapa peneliti tertarik untuk menelitinya. Bagaimana hasilnya? Mari kita simak beberapa fakta hasil temuan berikut.

Efek Mendengar Kisah Terhadap Otak

Kenapa Manusia Suka Terhadap Kisah

Tidak ada yang tidak suka dengan cerita. Mulai dari anak-anak sampai orang tua semuanya suka dengan cerita. Lalu, apa yang membuat manusia atau otak manusia lebih suka kepada cerita dibanding poin-poin deskriptif?

Jawabannya adalah perhatian dan perasaan.

Sebuah cerita dapat menarik perhatian seseorang. Dan cerita yang baik adalah cerita yang bisa mempertahankan perhatian tersebut. Kenapa cerita bisa menarik perhatian seseorang? Karena cerita tersebut bisa berhubungan dengan pribadi pendengarnya. Cerita yang berhubungan tersebut menimbulkan kesan dan kesan menimbulkan perasaan.

Misalkan seperti kisah Budi di atas. Mereka tidak pernah mengalami seperti Budi akan bisa membayangkannya. Sedangkan mereka yang pernah mengalami hal seperti Budi akan benar-benar bisa memahaminya. Hal inilah yang menarik perhatian seseorang. Ketika perhatian telah berhasil ditarik, maka cerita bisa menimbulkan dampak yang lebih efektif.

Cause Effect and How Our Brain Work

Sebuah cerita jika dipecah-pecah, maka bentuk paling sederhananya adalah sebab-akibat. Sebuah alur adalah sebuah rangkaian hubungan antara sebab dan akibat. Seperti misalkan Budi melakukan A sehingga dia tertimpa B, ketika dia tertimpa B maka dia harus melakukan C. Begitu seterusnya.

Dan ternyata, seperti inilah (sebab-akibat) cara otak kita bekerja. Ketika berpikir secara naratif sepanjang hari. Entah ketika kita baru bangun tidur, pergi ke kamar mandi, pergi kerja, atau makan. Bahkan ketika kita mendengar instruksi, presentasi, ceramah, dan lain sebagainya. Kita selalu berpikir secara naratif. Dengan kata lain kita selalu membuat cerita-cerita pendek dalam pikiran kita.

Maka ketika seseorang mengkomunikasikan sebuah pesan secara naratif (melalui cerita), maka dia sedang mengkomunikasi pesan dengan bahasa otak kita. Bukan lagi hanya dengan bahasa ibu/lidah, tetapi langsung dengan bahasa otak kita.

Jeremy Hsu1, menemukan dalam penelitiannya bahwa “cerita pribadi dan gosip adalah penyusun dari 65% obrolan kita sehari-hari”.

Kisah Mengaktifkan Semua Bagian Otak (Feel like one)

Lebih dari 27.000 tahun yang lalu, sejak lukisan atau pahatan dalam gua pertama ditemukan, berkisah menjadi salah satu bentuk komunikasi paling dasar2.

Kita semua pasti menikmati kisah yang bagus, entah itu cerita yang berasal dari novel, film, atau sekedar cerita dari teman kita yang memang jago bercerita. Tapi pertanyaannya, mengapa cerita dapat begitu menarik perhatian kita? Mengapa certia bisa membuat kita terharu, bahagia, sedih, tertawa, bahkan menangis?

Sebenarnya faktanya cukup sederhana. Ketika kita memperhatikan sebuah presentasi powerpoint yang membosankan, yang hanya berisi poin-poin deskriptif saja, maka ada beberapa bagian dalam otak kita yang aktif. Bagian tersebut adalah Broca’s Area dan Wernicke’s Area. Bagian tersebut adalah bagian yang memproses bahasa. Artinya, selama mendengarkan presentasi hanya ada proses penterjemahan dari kata-kata menjadi makna. Hanya itu saja.

Ternyata ini sangat jauh berbeda ketika kita mendengarkan sebuah cerita. Tidak hanya bagian pemroses bahasa, tetapi semua bagian yang digunakan untuk merasakan sesuatu dalam cerita tersebut juga aktif.

Jika seseorang mengatakan kepada kita betapa enaknya sebuah makanan, maka bagian perasa dari otak kita (sensory cortex) akan aktif. Sedangkan ketika kita mendengarkan jauhnya sebuah perjalanan maka bagian pengerak (motor cortex) yang aktif.

Bahkan penggunaan majas metafora juga bisa memanipulasi bagian mana dari otak kita yang bekerja. Misalkan kita mendengar kalimat, “Ujian yang ia terima bagaikan obat pahit bagi hatinya.” Kata obat pahit dalam kalimat tersebut akan sensory cortex dalam otaknya. Selain itu kalimat seperti “terbang bagaikan kupu-kupu dan menyengat bagaikan lebah” bisa mengaktifkan motor cortex dalam otak.

Intinya adalah cerita atau kisah dapat mengaktifkan semua bagian dari otak kita.

Bagaimana Otak Kita Mengambil Pelajaran dari Kisah

Dan tidak hanya sampai di sana, seorang pencerita dapat membuat pendengarnya merasakan seperti apa yang ia rasakan. Bagian yang aktif dari seorang pencerita akan ditiru oleh si pendengar. Maka ketika seorang pencerita aktif bagian insulanya (bagian emosional), maka insula si pendengar pun juga aktif. Ketika bagian frontal cortex (bagian eksekutif) si pencerita aktif maka aktif juga di otak si pendengar. Maka itulah. Oleh karena itu cerita adalah salah satu cara efektif dalam persuasi dan menanamkan doktrin dan propaganda.

Bahkan menurut seorang peneliti dari Princeton, Hasson, cerita adalah satu-satunya cara untuk menanamkan ide ke dalam otak seseorang. Jadi jika kamu ingin mengetahui ide pikiran orang sukses maka, bacalah kisah sukses tentangnya.

Apa yang Membuat Sebuah Kisah Berhasil Efektif Mempengaruhi Orang

Kuncinya ada di perhatian. Anggaplah perhatian sebagai barang yang langka. Maka sebuah kisah atau cerita harus bisa mendapatkan dan mempertahankan barang langka ini.

Sebagian dari pembaca pasti pernah merasakan atau mendengar bahwa ada film dengan durasi panjang terasa cepat selesai dan ada juga film dengan durasi normal tetapi terasa begitu lama dan membosankan. Film yang pertama itulah yang tidak hanya berhasil mendapatkan perhatian penonton tetapi juga mempertahankannya hingga akhir. Contoh film seperti ini misalkan seperti trilogi Lord of The Ring.

Tidak hanya film, bahkan buku dan novel pun ada juga yang seperti itu. Bahkan ada novel yang selesai hanya sekali duduk. Bahkan ada novel yang dibaca berulang-ulang tanpa dirasa bosan.

Semua fenomena di atas berjalan berdasarkan satu sumber daya, yaitu perhatian. Meraka berhasil mendapatkan sumber daya itu dan memainkannya.

Rekor Lari Tercepat & Other World Record

Pernah mendengar cerita tentang Roger Bannister dan mitos 4 menit?

Pada tahun 1940an, rekor tercepat lari 1 mil adalah 4:01 menit. Rekor ini tidak berubah selama 9 tahun. Menurut para ahli tubuh manusia telah mencapai batasnya. Mereka tidak akan bisa lari 1 mil dalam waktu 4 menit atau yang biasa disebut dengan 4-minute-mile3.

Tapi apa yang terjadi?

Pada tangga 6 Mei 19544 , Roger Bannister memecah rekor 4 menit, dengan kecepatan 3:59:4. Hal tersebut begitu mencengangkan dunia lari. Sebuah mitos yang selama ini telah mengakar telah terpecahkan.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Beberapa bulan setelah pecahnya rekor 4 menit, pelari-pelari lainnya mulai mengikuti jejak Roger Bannister. Bahkan tidak hanya mengikutinya tetapi juga melampauniya. Bahkan sekarang beberapa siswa SMA pun bisa melakukannya.

Bagaimana Sebuah Kisah Sukses Bisa Menginspirasi

Apa rahasia revolusi yang dilakukan Roger Bannister? Dia memasukan latihan khusus dalam latihan rutinnya. Dimana latihan khusus tersebut adalah dia memvisualisasikan pencapaian dan penghargaan dalam rangka untuk menciptakan rasa kepastian dalam pikirannya dan tubuhnya.

Jadi kunci dari permasalahan itu adalah: Pikiran.

Dan, pikiran sangat dipengaruhi oleh: Cerita.

Berapa banyak orang sukses yang dipengaruhi oleh orang sukses lainnya. Sebagaimana seorang Salahuddin Al-Ayubi sangat dipengaruhi oleh Nuruddin Zanki. Mereka memiliki mentor dalam perjalanan mencapai kesuksesannya.

Begitu juga dengan kisah sukses. Kisah sukses menyimpan imajinasi, ide, dan rasa yang kemudian memberikan spirit dan pemahaman kepada para pendengarnya. Ketika kita mendengarkan kisah-kisah sukses kita menemukan sebuah harapan. Ketika kita mendengarkan kisah sukses kita menemukan sebuah keberanian untuk menapaki suatu jalan yang telah terjejak. Ketika kita mendegarkan kisah sukses kita menemukan kekuatan yang lahir dari kepercayaan.

Kisah suskes menggambarkan betapa manisnya pencapaian itu sehabis pahit getirnya perjuangan. Kisah sukses itu memberi kita pelajaran hal apa yang bermanfaat dan hal apa yang tidak bermanfaat dalam rangka mencapai tujuan kita.

Betapa banyak pemuda-pemuda yang rusak karena nilai-nilai negatif yang dibawa film-film barat. Maka begitu juga sebaliknya, kisah-kisah sukses true story yang dibawakan dalam film bisa menjadi sajian sedap buat jiwa yang lapar akan inspirasi.

Menemukan Pola Kesuksesan

Kisah Sukses

Menemukan Pola Kesuksesan melalui Kisah Sukses

Pernah ada perkataan bahwa,

“Kegagalan ada polanya, kesuksan ada polanya, tinggal bagaimana kita menemukannya dan menirunya bahkan memodifikasinya”.

Dengan membaca atau mendengar atau melihat banyak kisah kesuksesan kita bisa melihat hal-hal apa saja yang membuat seseorang berhasil dan/atau gagal. Pasti ada sebab dalam keberhasilan dan pasti ada sebab dalam kegagalan.

Dari belasan, puluhan, ratusan, bahkan ribuan kisah kesuksesan pasti ada kesamaan. Kumpulan kesamaan yang bagaikan helai-helai benang merah ini jika disatukan akan memberikan ilmu baru yang sangat berharga kepada kita.

Dalam bisnis memliki pola kesusksean sendiri, oleh karena itulah ada kisah sukses pengusaha. Dalam keluarga ada pola kesuksesan tersendiri, maka dari itu ada kisah sukses dalam membangun keluarga. Apalagi dalam Islam dan Dakwah, mereka punya pola kesuksesan tersendiri, oleh karena itulah ada kisah sukses dalam Islam.

Dan masih ada banyak lagi bagian-bagian kehidupan yang kita bisa merasakan baik kegagalan atau kemenangan. Yang penting, apapun yang terjadi terhadap kita, kita selalu mengambil pelajaran darinya.

Bahkan kita tidak harus merasakan kegagalan yang dirasakan oleh orang lain. Cukuplah kegagalan itu orang lain yang merasakannya. Kita mengambil pelajaran dari kegagalan yang terjadi pada mereka sehingga kita dapat mencegahnya untuk terjadi pada kita.

Sub Kategori

Adapun bidang-bidang yang kita akan bahas kesuksesannya dalam blog ini adalah:

a. Kisah sukses dalam Islam (dakwah, perang, penaklukan, dan lain-lain)

b. Kisah sukses dalam bisnis (penjualan, penyelesaian masalah, penciptaan produk, dan lain-lain)

c. Kisah sukses dalam hubungan sosial (pertemanan, penyelesaian masalah, public speaking, dan lain-lain)

d. Kisah sukses dalam kesehatan (menjaga kesehatan, sembuh dari penyakit, obat-obatan herbal dan lain-lain.

e. Dan masih banyak kisah-kisah sukses lainnya.

Semoga dengan kisah-kisah sukses yang disajikan dalam blog ini kepada pembaca bisa menjadi inspirasi yang bermanfaat baik buat penulis maupun buat pembaca tentunya.


 

Sumber Rujukan:

1http://lifehacker.com/5965703/the-science-of-storytelling-why-telling-a-story-is-the-most-powerful-way-to-activate-our-brains

2http://lifehacker.com/5965703/the-science-of-storytelling-why-telling-a-story-is-the-most-powerful-way-to-activate-our-brains

3http://www.nomeatathlete.com/4-minute-mile-certainty/

4http://www.nomeatathlete.com/4-minute-mile-certainty/

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>